Biografi Adolf Hitler

 

Adolf Hitler




Adolf  lahir 20 April 1889 dan wafat 30 April 1945. Ia adalah seorang politisi Jerman dan ketua Partai Nazi (bahasa Jerman: Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei (NSDAP); Partai Pekerja Jerman Sosialis Nasional) kelahiran Austria. Ia menjabat sebagai Kanselir Jerman sejak 1933 sampai 1945 dan diktator Jerman Nazi (bergelar Führer und Reichskanzler) mulai tahun 1934 sampai 1945. Hitler menjadi tokoh utama Jerman Nazi, Perang Dunia II di Eropa, dan Holocaust.

Ayah Hitler, Alois Hitler (1837–1903) adalah anak tidak sah dari Maria Anna Schicklgruber. Catatan baptis tidak menyebutkan nama ayah Alois, sehingga Alois memakai nama belakang ibunya. Pada tahun 1842, Johann Georg Hiedler menikahi Anna. Setelah Anna meninggal dunia tahun 1847 dan Johann tahun 1856, Alois dibesarkan di keluarga adik Hiedler, Johann Nepomuk Hiedler. Pada tahun 1876, Alois disahkan dan catatan baptisnya diubah oleh seorang pendeta di hadapan tiga saksi mata. Saat diadili di Nuremberg tahun 1945, pejabat Nazi Hans Frank menyebut keberadaan surat-surat yang mengklaim bahwa ibu Alois bekerja sebagai pembantu rumah tangga untuk sebuah keluarga Yahudi di Graz dan bahwa putra keluarga tersebut yang berusia 19 tahun, Leopold Frankenberger, merupakan ayah Alois. Akan tetapi, tidak ada nama Frankenberger yang tercatat di Graz pada masa itu dan catatan keluarga Leopold Frankenberger tidak pernah dibuat. Para sejarawan meragukan klaim bahwa ayah Alois adalah seorang Yahudi.

Hitler adalah veteran Perang Dunia I dengan banyak gelar. Ia bergabung dengan Partai Pekerja Jerman (pendahulu NSDAP) pada tahun 1919, dan menjadi ketua NSDAP tahun 1921. Tahun 1923, ia melancarkan kudeta di Munich yang dikenal dengan peristiwa Beer Hall Putsch. Kudeta yang gagal tersebut berujung dengan ditahannya Hitler. Di penjara, Hitler menulis memoarnya, Mein Kampf (Perjuanganku). Setelah bebas tahun 1924, Hitler mendapat dukungan rakyat dengan mengecam Perjanjian Versailles dan menjunjung Pan-Jermanisme, antisemitisme, dan anti-komunisme melalui pidatonya yang karismatik dan propaganda Nazi. Setelah ditunjuk sebagai kanselir pada tahun 1933, ia mengubah Republik Weimar menjadi Reich Ketiga, sebuah kediktatoran satu partai yang didasarkan pada ideologi Nazisme yang totalitarian dan autokrasi.

Tujuan Hitler adalah mendirikan Orde Baru hegemoni Jerman Nazi yang absolut di daratan Eropa. Sampai saat itu, kebijakan luar dan dalam negerinya bertujuan mencapai Lebensraum ("ruang hidup") bagi kaum Jermanik. Ia memerintahkan Jerman dipersenjatai kembali dan Wehrmacht menginvasi Polandia pada bulan September 1939, menyebabkan pecahnya Perang Dunia II di Eropa. Di bawah pemerintahan Hitler, pada tahun 1941 pasukan Jerman dan sekutu Eropanya menduduki sebagian besar Eropa dan Afrika Utara. Tahun 1943, Jerman harus mempertahankan wilayahnya dan mengalami serangkaian kekalahan dalam pertempuran. Pada hari-hari terakhir perang, saat Pertempuran Berlin berlangsung tahun 1945, Hitler menikahi kekasih lamanya, Eva Braun. Tanggal 30 April 1945, kurang dari dua hari kemudian, keduanya bunuh diri agar tidak ditangkap Angkatan Darat Merah, lalu mayat mereka dibakar.

Nazi yang dipimpin Jerman Adolf Hitler melakukan serangkan kekejaman yang serius. Namanya disebut sebagai orang paling jahat di dunia karena membunuh 6 juta warga Yahudi sejak 1933-1945. Hitler yang supremasis dan termotivasi oleh ras mengakibatkan kematian sekitar 50 juta orang selama Perang Dunia II, termasuk 6 juta kaum Yahudi dan 5 juta etnis "non-Arya" yang pemusnahan sistematisnya diperintahkan oleh Hitler dan rekan-rekan terdekatnya.  Laporan hasil penyelidikan kejahatan perang merinci bagaimana para dokter dan ahli medis membantu menghasilkan apa yang disebut undang-undang sterilisasi paksa dan secara aktif berpartisipasi dalam sterilisasi lebih dari 350.000 orang yang dikategorikan “inferior secara genetik” menurut undang-undang ras Nazi. Ini menjadi pelanggaran kode etik di dan HAM (Hak Asasi Manusia) terparah di dunia.

Kematian Adolf Hitler memunculkan teori konspirasi. Di penghujung Perang Dunia II, Amerika Serikat dan Uni Soviet berhasil mengepung Berlin. Di kondisi terdesak itu, pada 30 April 1945, Hitler bunuh diri bersama istrinya di dalam bunker. Namun fakta kematian Hitler dengan cara bunuh diri tersebut dicurigai oleh para pemburu Hitler khususnya dari Uni Soviet sebagai upaya propaganda atau penyeberan berita palsu.

        Mereka meyakini bahwasannya Hitler masih hidup dan melarikan diri ke negara lain. Beredarnya isu tersebut juga diiringi dengan munculnya narasi-narasi baru tentang nasib Hitler. Salah satunya adalah kisah Hitler yang dirumorkan melarikan diri ke Indonesia dan menetap di Kota Garut.


Soal

1. Bagaimana pengalaman Hitler selama Perang Dunia I mempengaruhi pandangannya tentang politik dan ras?

2. Apa konsekuensi dari kebijakan Lebensraum yang diterapkan Hitler terhadap Eropa?

3. Bagaimana ideologi Nazisme mempengaruhi kebijakan dalam negeri dan luar negeri Jerman?

4. Bagaimana sejarah dunia akan berubah jika Hitler tidak menyerang Polandia?

5. Apakah kemungkinan Hitler melarikan diri ke Indonesia benar-benar ada?Jelaskan dengan bahasa  

   Indonesia yang baik dan benar serta logis! 

6. Bagaimana kehidupan Hitler akan berubah jika ia tidak menjadi politisi?

7. Apakah tindakan Hitler dapat dikategorikan sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan? Jelaskan 

    dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar serta logis!

8. Bagaimana menilai moralitas keputusan Hitler untuk membunuh diri?

9. Apakah ada justifikasi moral untuk tindakan kekerasan yang dilakukan Nazi? Jelaskan dengan 

    bahasa  Indonesia yang baik dan benar serta logis!

10. Apakah kebijakan Hitler dapat dikategorikan sebagai totalitarianisme atau autoritarianisme?          Jelaskan dengan    bahasa  Indonesia yang baik dan benar serta logis!

Comments

Popular posts from this blog

Biografi Kaisar Nero

Josef Stalin

Biografi Idi Amin